Sebab boleh membatalkan puasa

Hal hal yang membatalkan puasa

-Masuknya benda (seperti nasi, air, asap rokok dan sebagainya) ke dalam rongga badan dengan disengaja.
-Bersetubuh. [1]
-Muntah dengan disengaja.
-Keluar mani (Istimna' ) dengan disengaja.
-Haid (datang bulan) dan Nifas(melahirkan anak)[2]
-Hilang akal (gila atau pingsan).
-Murtad (keluar dari agama Islam).
-Makan dan minum dengan sengaja.
-Mesra-mesraan, bersenggama, dan berpacaran

Puasa haram

Hari raya Idul Fitri, yaitu pada (1 Syawal)
Tanggal 1 Syawwal telah ditetapkan sebagai hari raya sakral umat Islam. Hari itu adalah hari kemenangan yang harus dirayakan dengan bergembira. Karena itu syariat telah mengatur bahwa di hari itu tidak diperkenankan seseorang untuk berpuasa sampai pada tingkat haram. Meski tidak ada yang bisa dimakan, paling tidak harus membatalkan puasanya atau tidak berniat untuk puasa.

Hari raya Idul Adha, yaitu pada (10 Zulhijjah)
Hal yang sama juga pada tanggal 10 Zulhijjah sebagai Hari Raya kedua bagi umat Islam. Hari itu diharamkan untuk berpuasa dan umat Islam disunnahkan untuk menyembelih hewan Qurban dan membagikannya kepada fakir msikin dan kerabat serta keluarga. Agar semuanya bisa ikut merasakan kegembiraan dengan menyantap hewan qurban itu dan merayakan hari besar.
نَهَى رَسُولُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صِيَامِ يَوْمَيْنِ: يَوْمَ الفِطْرِ وَيَوْمَ الأَضْحَى – متفق عليه  :

"Rasulullah SAW melarang berpuasa pada dua hari: hari Fithr dan hari Adha" (HR Muttafaq 'alaihi)

Hari-hari Tasyrik, yaitu pada (11, 12, dan 13 Zulhijjah)

Hari syak, yaitu pada (30 Syaban)

Puasa selamanya

Wanita saat sedang haid atau nifas

Puasa sunnah bagi wanita tanpa izin suaminya

Syarat sah puasa

Syarat wajib puasa yaitu
Beragama Islam
Berakal sehat
Baligh (sudah cukup umur)
Mampu melaksanakannya
Syarat sah puasa yaitu
Islam (tidak murtad)
Mummayiz (dapat membedakan yang baik dan yang buruk)
Suci dari haid dan nifas (khusus bagi wanita)
Mengetahui waktu diterimanya puasa

Macam macam puasa

Puasa yang hukumnya wajib
Puasa Ramadan
Puasa karena nadzar
Puasa kifarat atau denda
Puasa yang hukumnya sunah
Puasa 6 hari di bulan Syawal selain hari raya Idul Fitri.
Puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijah bagi orang-orang yang tidak menunaikan ibadah haji.
Puasa Tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijah bagi orang-orang yang tidak menunaikan ibadah haji.
Puasa Senin dan Kamis
Puasa Daud (sehari puasa, sehari tidak), bertujuan untuk meneladani puasanya Nabi Daud As.
Puasa 'Asyura (pada bulan muharram), dilakukan pada tanggal 10
Puasa 3 hari pada pertengahan bulan (menurut kalender islam)(Yaumul Bidh), tanggal 13, 14, dan 15
Puasa Sya'ban (Nisfu Sya'ban) pada awal pertengahan bulan Sya'ban.
Puasa bulan Haram (Asyhurul Hurum) yaitu bulan Dzulkaidah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.